ANTARA DELMAK, KAR, DAN DELMIK

DELINIASI

Pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.3/Menhut-II/2008  secara tegas mengamanatkan bahwa Pemegang Izin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) harus melaksanakan deliniasi secara makro untuk seluruh areal kerja dan deliniasi mikro terhadap bagian areal kerja yang masih berupa hutan alam bekas tebangan (logged over area, LOA). Pelaksanaan kegiatan deliniasi  ini dimaksudkan untuk percepatan  pembangunan hutan tanaman dengan tujuan memaksimalkan fungsi produksi dengan tetap memperhatikan fungsi sosial dan keseimbangan lingkungan.

Kewajiban melakukan kegiatan deliniasi (baik makro maupun mikro) oleh sebuah perusahaan pemegang IUPHHK-HTI ini berdasarkan pada peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Peraturan-peraturan tersebut adalah:

1)PP. 3 tahun 2008 tentang perubahan PP.6 tahun 2007  Tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan, Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan Hutan,

2)Keputusan Menteri Pertanian No. 837/KPT.s/UM/II/1980 tentang Kriteria dan Tata Cara Penetapan Hutan Lindung,

3)Surat Direktur Jenderal Pengusahaan Hutan No. 1855/IV-Prog/1994 tentang Identifikasi dan Deliniasi Kawasan Hutan Produksi Dalam Rangka Pembentukan KPHP,

4)Keputusan Menteri Kehutanan No. 70/KPT.s-II/1995 jo Keputusan Menteri Kehutanan  No. 246/KPT.s-II/1996 tentang Pengaturan Tata Ruang Hutan Tanaman Industri,

5)P.58/Menhut-II/2007 tentang Deliniasi Areal Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Industri Dalam Hutan Tanaman,

6)Peraturan Menteri Kehutanan RI Nomor P.3/Menhut-II/2008 tanggal 6 Februari 2008 tentang Deliniasi Areal Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Industri Dalam Hutan Tanaman.

DELINIASI MAKRO

Pelaksanaan kegiatan deliniasi makro mengacu kepada prosedur sebagaimana diatur dalam Permenhut Nomor : P.3/Menhut-II/2008.

 

Maksud

Maksud kegiatan deliniasi makro adalah untuk melakukan identifikasi areal dan pengelompokkan areal kerja secara makro menjadi:

1)Areal hutan alam bekas tebangan,

2)Areal tanah kosong, padang alang-alang, dan semak belukar,

3)Sarana prasarana, dan

4)Pemukiman, sawah, ladang, kebun, dan areal pinjam pakai.

Tujuan

Sedangkan tujuan kegiatan deliniasi makro pada Areal Kerja IUPHHK-HTI oleh perusahaan tertentuadalah:

1       Melakukan kegiatan identifikasi areal kerja IUPHHK-HTI yang masih berupa hutan alam

2       Melakukan kegiatan identifikasi areal kerja IUPHHK-HTI yang telah ditanami

3       Melakukan kegiatan identifikasi areal kerja IUPHHK-HTI yang berupa lahan kosong, semak belukar dan padang alang-alang

4       Melakukan kegiatan identifikasi areal kerja IUPHHK-HTI yang dipergunakan untuk sarana prasarana

5       Melakukan kegiatan identifikasi areal kerja IUPHHK-HTI yang berupa pemukiman, sawah, ladang, kebun, dan areal pinjam pakai.

Sasaran

Sasaran kegiatan  deliniasi makro ini adalah seluruh areal kerja IUPHHK-HTI   oleh perusahaan tertentusesuai Keputusan Menteri Kehutanan No : SK.568/Menhut-II/2011 tanggal 3 Oktober 2011 seluas tertentu ha, di Kabupaten Tertentu, Provinsi Tertentu.

Manfaat

Manfaat hasil kegiatan  deliniasi makro adalah :

1)        Sebagai dasar dalam penyusunan kerangka acuan kerja (KAR) deliniasi mikro dan pelaksanaan kajian deliniasi mikro.

2)        Sebagai masukan bagi Kementerian Kehutanan dalam pengambilan keputusan tentang pelaksanaan pembangunan hutan tanaman.

 

 

DELINIASI MIKRO

Pelaksanaan deliniasi mikro mempunyai tujuan untuk penataan ruang  areal kerja menjadi areal hutan alam yang harus dipertahankan, areal hutan alam yang dipertahankan untuk diusahakan dengan sistem silvikultur bukan Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (THPB) dan areal hutan alam yang dapat dikembangkan untuk pembangunan hutan tanaman dengan menggunakan sistem silvikultur Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (THPB).

Dokumen Laporan Hasil Deliniasi Mikro  ini terdiri dari 6 (enam) Bab yaitu : Pendahuluan, Data Pokok, Keadaan Umum, Metodologi, Hasil Deliniasi Mikro dan Kesimpulan dan Rekomendasi.

Deliniasi mikro areal kerja hutan tanaman menurut  pasal-8  Peraturan Menteri Kehutanan No. P.3/Menhut-II/2008 tanggal 6 Februari 2008 tentang Deliniasi Areal Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri dalam Hutan Tanaman, adalah :

1)     Pelaksanaan deliniasi mikro dilakukan dengan cara mengukur, mencatat, memberi tanda, memetakan dan menganalisa areal hutan alam sehingga diperoleh informasi mengenai:
  1. Areal hutan alam yang harus dipertahankan.
  2. Areal hutan alam yang dipertahankan untuk diusahakan dengan sistem silvikultur bukan Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (bukan THPB).
  3. Areal hutan alam yang dapat dikembangkan untuk pembangunan hutan tanaman dengan menggunakan sistem silvikultur Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (THPB).

2)     Areal  hutan alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, wajib dijaga dan dilindungi sebagai areal hutan produksi alam yang berfungsi sebagai kawasan lindung.

3)     Dalam hal terdapat areal hutan alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) butir b, maka areal tersebut diutamakan untuk pengembangan tanaman unggulan setempat.

4)     Areal hutan alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) butir c untuk pengembangan tanaman pokok dan atau tanaman kehidupan dan atau tanaman unggulan dan atau pengembangan sarana dan prasarana.

Pengembangan tanaman kehidupan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilaksanakan dalam rangka pemberdayaan masyarakat setempat dalam bentuk kemitraan.

Maksud

Penyusunan Laporan Hasil Deliniasi Mikro Areal  IUPHHK-HTI  oleh perusahaan tertentu ini dimaksudkan untuk :

1)     Memberikan gambaran secara detail mengenai pelaksanaan kegiatan deliniasi mikro pada areal IUPHHK-HTI oleh perusahaan tertentu seluas ± seluas ± 13.545 ha,  yang berlokasi di Provinsi Kalimantan Selatan seluas ± 9.445 ha dan di Provinsi Kalimantan Tengah seluas ± 4.100 ha.

2)     Memenuhi kewajiban sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Menteri Kehutanan No : 127/Kpts-II/1998, tanggal 18 Pebruari 1998 tentang pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri dalam Hutan Tanaman oleh perusahaan tertentu atas areal hutan produksi seluas sekian ha,  yang berlokasi di Provinsi Kalimantan tertentu.

3)     Untuk mengetahui potensi,  menentukan serta membagi peruntukan areal hutan alam yang ada di areal kerja IUPHHK-HTI oleh perusahaan tertentu menjadi (1) Areal hutan alam yang harus dipertahankan, (2) Areal hutan alam yang dipertahankan untuk diusahakan dengan sistem silvikultur bukan Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (bukan THPB) dan (3) Areal hutan alam yang dapat dikembangkan untuk pembangunan hutan tanaman dengan menggunakan sistem silvikultur Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (THPB).

Tujuan

Tujuan Dilakukan Deliniasi Mikro adalah sebagai berikut:

1)     Mengidentifikasi areal hutan alam yang harus dipertahankan, dijaga dan dilindungi sebagai hutan produksi alam, dan/atau kawasan lindung, dan/atau kawasan konservasi bernilai tinggi sesuai dengan kriteria yang berlaku.

2)     Mengidentifikasi areal hutan alam efektif yang layak dialokasikan sebagai areal bagi kegiatan pembangunan hutan tanaman yang meliputi areal untuk pengembangan tanaman pokok, areal pengembangan tanaman unggulan, areal pengembangan tanaman kehidupan, dan areal untuk pembangunan sarana-prasarana dengan pertimbangan luas sesuai dengan ketentuan tata ruang hutan tanaman industri yang berlaku.

3)     Untuk menyusun rencana tata ruang areal kerja IUPHHK-HTI oleh perusahaan tertentu.

Sasaran

Sasaran kegiatan deliniasi mikro ini adalah seluruh areal kerja IUPHHK-HTI     oleh perusahaan tertentu sesuai Keputusan Menteri Kehutanan No : 127/Kpts-II/1998, tanggal 18 Pebruari 1998 tentang pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri dalam Hutan Tanaman kepada perusahaan tertentu atas areal hutan produksi seluas sekian ha,  yang berlokasi di Provinsi tertentu seluas sekian ha dan di Provinsi tertentu seluas sekian ha.

Manfaat

Manfaat  kajian deliniasi mikro  sebagai bahan arahan untuk menentukan pemanfaatan hutan alam yang terdapat pada areal kerja IUPHHK-HTI oleh perusahaan tertentu sesuai fungsi dan manfaatnya yaitu : (1) areal hutan alam yang dipertahankan sebagai kawasan lindung, (2) areal hutan alam yang diusahakan dengan sistem silvikultur bukan Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (THPB) dan (3) arahan areal hutan alam yang dapat dikembangkan untuk pembangunan hutan tanaman dengan menggunakan sistem silvikultur Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (THPB).

KAR (Kerangka Acuan Rencana)

Dalam rangka menjamin terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan deliniasi mikro agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka perlu disusun Kerangka Acuan Rencana (KAR) Pelaksanaan Deliniasi Mikro.

Kerangka Acuan Rencana (KAR) Pelaksanaan Deliniasi Mikro pada areal IUPHHK-HTI oleh perusahaan tertentu dimaksudkan    untuk :

1)Memenuhi kewajiban seperti yang diamanatkan dalam Keputusan Menteri Kehutanan No : SK.568/Menhut-II/2011 tanggal sekian, bulan sekian, tahun sekian, tentang pemberian izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada hutan tanaman industri dalam hutan tanaman kepada oleh perusahaan tertentu  atas areal hutan produksi seluas ±  5.560 ha di Kabupaten tertentu, provinsi tertentu.

2)Sebagai pedoman kerja dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan deliniasi mikro agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tepat waktu dan tepat sasaran, sehingga dapat mengetahui potensi,  menentukan serta membagi peruntukan areal hutan alam yang ada di areal kerja IUPHHK-HTI oleh perusahaan tertentu  menjadi (1) Areal hutan alam yang harus dipertahankan, (2) Areal hutan alam yang dipertahankan untuk diusahakan dengan sistem silvikultur bukan Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (bukan THPB) dan (3) Areal hutan alam yang dapat dikembangkan untuk pembangunan hutan tanaman dengan menggunakan sistem silvikultur Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (THPB).

 

Tujuan

1)Sebagai pedoman kerja dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan deliniasi mikro pada areal kerja IUPHHK-HTI oleh perusahaan tertentu, sehingga dapat mengidentifikasi areal hutan alam yang harus dipertahankan, dijaga dan dilindungi sebagai hutan produksi alam, dan/atau kawasan lindung, dan/atau kawasan konservasi bernilai tinggi sesuai dengan kriteria yang berlaku.
2)Sebagai pedoman kerja dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan deliniasi mikro, sehingga dapat mengidentifikasi areal hutan alam efektif yang layak dialokasikan sebagai areal bagi kegiatan pembangunan hutan tanaman yang meliputi areal untuk pengembangan tanaman pokok, areal pengembangan tanaman unggulan, areal pengembangan tanaman kehidupan, dan areal untuk pembangunan sarana-prasarana dengan pertimbangan luas sesuai dengan ketentuan tata ruang hutan tanaman industri yang berlaku, sehingga dapat dijadikan acuan dalam menyusun rencana tata ruang areal kerja IUPHHK-HTI oleh perusahaan tertentu.

 

Sasaran

Sasaran dari Kerangka Acuan Rencana (KAR) Pelaksanaan Deliniasi Mikro Deliniasi Mikro ini adalah seluruh areal kerja IUPHHK-HTI  oleh perusahaan tertentu  sesuai Keputusan Menteri Kehutanan No : SK.568/Menhut-II/2011 tanggal 3 Oktober 2011 seluas ± 5.560 ha, di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.

About these ads

Perihal Rudi Hermawan
Ku dilahirkan di daerah terpencil, jauh dari keramaian. Beberapa puluh tahun kemudian baru tahu keramaian kota. Dan dari keadaan tersebut sedikit banyak mewarnai gaya tuturku dalam tulisan. Tapi, siapapun itu orangnya yang membuat tulisan, tidak terlalu perlu untuk diperhatikan, yang perlu diperhatikan adalah isi pesan dari tulisan itu. Semoga bermanfaat.. :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.822 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: