Kehidupan sehari-hari seorang Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia

Ah.., tak terasa sudah pagi lagi ni.., hehe.. selamat pagi matahari, kau tak pernah kesiangan bangun hya matahari.. hehe.. ku jadi malu, karena ku kadang kesiangan bangun, padahal esok hari harus tepat waktu untuk masuk pabrik. Ya.., beginilah kehidupan seorang Tenaga Kerja Indonesia.., ada asyik ada tidaknya.., tapi.., semoga lah barokah walafiah.., hehe.., aamiin ya Alloh..

hehe.., emang tetap saja ada sesuatu yang menarik untuk ditelisik. Suatu saat, malam jum’at waktu itu, ku ikut yasinan di masjid, orang Serawak menyebut masjid dengan ‘surau’, kebetulan ada kumpul-kumpul untuk menikmati makanan alakadarnya di masjid.  Di perkumpulan terebut, para TKI yang sempat ikut yasinan ya dapet makanan, dan bisa sharing (berbagi cerita) dengan TKI yang lainnya. Dari beragam cerita itu, ternyata yang diangkat topik yaitu tentang ‘masa depan setelah pulang ke Indonesia’. Dari sekian banyak TKI yang kumpul di surau itu, rata-rata memiliki rasa bingung mengenai jalan hidup setelah menyelesaikan masa kontrak kerjanya di negeri jiran Malaysia. Mereka bingung harus kerja apa di Indonesia kalau waktu pulang telah tiba. Mereka juga tak bisa berlama-lama di negeri jiran, karena mereka tetap ingin hidup layak di negeri tempat di mana mereka dilahirkan.

Dari sekian kebingungan untuk masa depan, di antaranya bingung menentukan jenis usaha/bisnis apa yang akan dijalankan setelah pulang negeri, sedangkan di sisi lain beragam bisnis sudah ada, dari binis jual koran sampai jual kehormatan (lagu dangdut Rhoma Irama). Bingung pokoknya mereka, seandainya mereka sepulang dari tempat kerja membawa duit banyak, maka duit itu akan habis begitu saja kalau tidak bisa mengembangkannya.

Ah…, waktu itu salah seorang TKI nyeletuk, ‘saya rencana mau bisnis padi, maklum di kampung saya banyak sawah, jadi saya akan berusaha menampung padi’. Ada juga celetukan lainnya, ‘saya sebenarnya sudah pernah bisnis jamur, cuman pemasarannya susah’..

begitulah..

Tak terasa, waktu awal bikin cerita ini, bulan Juli 2011.., sekarang udah menginjak 30 April 2012.

Tidak apa, lanjutkan..!!!, hehe, ingat salah satu selogan yg dielu-elukan partai politik. Hari ini, tepat 30 April 2012, ku termenung di depan leptop, melihat dari sela kaca nako jendelaku, berpuluh-puluh orang berbaju kuning seragam, bergerak menuju ruangan kerja, Parik Kayu Lapis. Nama pabrik itu Ta Ann Plywood SDN BHD. Jendela tempat aku ngintip itu, terletah di lantai dua, karena kamarku juga lantai dua.., hehe.. Hari ini, hujan lagi, padahal kalo menurut teori, musim hujan itu berkisar di bulan September sampai Maret. Ini April, masih juga hujan turun di Pulau Borneo ini. Padahal, kita ketahui, Pulau Borneo adalah pulau yang terletak di jajaran daerah tropis. Ya harusnya mengikuti rentang waktu musim itulah. Tapi sekarang, musim itu sudah berganti, dan tak lagi bisa diprediksi. Entah lah.., hehe..🙂

Sebenarnya, mungkin kehidupan itu tidak bisa terlepas dari musim ya? Karena, tidak bisa dipungkiri, masuk pabrik juga terpengaruh musim. Kalo musim panas, ya kepanasan kalo berada di dalam pabrik; kalo musim dingin ya enak, adem, tapi tidak sampe kedinginan sih.., hehe..  Bahas apa lagi ya tentang TKI ini..? Coba ah, bahas……, apa ya? ck ck.. Coba menoleh lagi ke jendela pengintipan, eh.., ternyata ada orang pake peci, pake sarung, pasti dari mushola. Nah.., mushola di tempat tinggal TKI yang kerja di kayu lapis itu, diberdayakan oleh TKI sendiri. Misal, kalo dia dari kapungnya biasa jadi imam, yaaa…, jadi imam lah di mushola itu. Mushola sebenarnya kebutuhan pokok TKI. Nah.., ngomong-ngomong masalah mushola, berhubungan dengan sholat ni. Waktu sholat emang tersedia. Jangan khawatir.., hehe.. Kalo mushola kan letaknya di luar pabrik, nah, kalo selagi kerja di pabrik, mau sholat, ternyata pabrik nyediakan tempat sholat alakadarnya lho. Tempat itu macam lantai yang ditinggikan, diberi karpet plastik, kadang ada beberapa helai sajadah yg kadang udah bau keringat. Kadang ku sedih bercampur haru, kalo selagi sujud, bau keringat para Pejuang devisa. Dan itulah saksi bagi mereka, bahwa mereka adalah Pejuang. Pejuang bagi kelangsungan pribadinya, Pejuang bagi anak dan keluarganya, dan terlebih, berjuang untuk nambah devisa negaranya.  Tempat sholat ini sempit, paling muat 8 orang untuk ukuran nyaman sholat. Air wudhu tersedia.

Apalagi ya? hehe..

Sebenarnya masih banyak yang bisa dibahas, cuman mana yang harus didahulukan untuk dibahas ya? hehe..

Okey lah, ke mana aja bahasnya. Kita lari ke bahasan masalah masa depan di benak TKI. Nah, TKI itu, ada juga lho, bahkan banyak, yang udah di atas lima (5) tahun, tinggal di salah satu pabrik. Ada yg udah 7 tahun, ada yang belasan tahun. Maksimal belasan tahun lah paling lama. Yang jelas, orang Indonesia di pabrik Malaysia ini, paling banter jadi Supervisor. Jarang yang sampe jadi Manajer Produksi. Ada yg sampai jadi Manajer Produksi, itu pun karena manajer Umumnya orang China dan istrinya orang Indoensia, dan kebetulan, si manajer umum itu punya rumah di indonesia. Ya begitulah, intinya tidak jauh asap dari panggang deh.., hehe.

Yang jelas, meski udah sampe Supervisor, mereka memiliki kebingungan masa depan. Kadang mereka curhat, “aduh.., gimana ya masa depan saya?, masa saya di malay terus sampe mati ni?, pasti saya harus kembali ke keluarga kalo saya udah gak kuat lagi kerja.., tapi gimana ya/, kalo balik saya bingung.” Itulah salah satu contoh curhat yang pernah saya dengarkan. Dalam pikiran saya, “okey lah supervsiro gajinya udah gede, tapi dia pasti bingung menghadapi masa depan, karena tidak bisa dipungkiri, dia harus kembali ke kampung halamannya, Indonesia. Nah.., kalo dia tidak pandai ngatur uang, uang dari Malay itu kan habis begitu saja setelah pulang ke Indonesia. Tapi kalo mereka pandai berbisnis, atau udah punya bisnis, ya dipaakai investasi lah uang itu, sehingga dapat menjamin masa depannya. Tapi kalo tidak punya bsinis di Indonesia, dan tak pandai bisnis? ya habis lah sudah dipake makan keluarga beberapa tahun setelah pulang dari Malay.” Itu gumam ku.

Ah.., apapun itu, ya itulah TKI.

Ku baca facebook, untuk mengisi sela waktu. Ada TKI yang menulis pengalamannya di statusnya, begini tulisannya:

—————————————————————————————————————–

INI FB SAYA, RUDI HERMAWAN OKE.

  1. Friends
    1,741 Friends
    See All
    • Bambang Prasetio
    • Neneng Muliya
    • Been Benzema
    • AnNe ‘nurhasanah’
    • Aqu Aini
    • Fidryaningsih Fiona
    • Catur Wulandari
    • Ical Hasbi
  2. Inilah sekelumit pandangan Negeri luar terhadap Penduduk Indonesia. Cerita ini pun pernah saya alami.
    Jangan menangis kau anak negeri, bertebaranlah di muka bumi dengan niat mencari Ridho-Nya.
    TULISAN PAK BACHTIAR RIFAI, TKI Indonesia:
    Ceritaku dlm kisah nyata”
    “SUKA DUKA JADI TKI di negeri jiran”
    wahai pak presiden,pak mentri menakertrans dan smua pejabat terkait,,memang benar sbg negara besar kt seakan sdh kehilangan HARKAT & MARTABAT karna sdh tdk ada wibawa sama sekali khususnya di mata POLIS DIRAJA MALAYSIA.:(aku akan memulai cerita pengalamanku sekitar prtengahan 2010;waktu itu aku sedang main ke bandar bersama temanku
    dan sedang ada di mall City point namanya di Bandar Bintulu,serawak ,ceritanya lg mau beli kaset lg milih ni tiba2 ada orang berkumis mendatangi aku dan orang itu langsung mengintrogasi mana IC kamu?karena bising jd kurang jelas,lalu dia mengulangi lg dg kasar dan memaki maki Dasar indon kau tak pahamkah ku cakap,indon bodoh anjing,barulah
    saya kasih PERMIT,sbg dokumen resmi sy di sini..singkat cerita sahabatku semua aku dan temanku di razia di naikan kereta tahanan,,aku baru nyadar klo yg interogasi adlh polis:>:xdi mobil sdh banyak orang samseng2 Banglades dr indon hnya berdua aku dan temanku di bawa ke balai polis/kantor di sana kt di caci maki lg tp heranya hanya kt indon sj yg di pandang miring yg lainnya ngga,dan sampai sore kt baru di lepas setelah perusahaanku kerja menjamin.ada apa ya padahal kt berdokumen resmi,..dan masih banyak cerita miris lain macam temanku yg pernah di sel dan ada pelecehan krn hnya di srh pake CD& maaf BH,dan kt teman sy pelecehan sexual jd pemandangan sehari2 apa lg klo yg agak klimis sedikit.,,miris & miris se x sahabat smua di negeri yg berhukum islam tapi prakteknya pake hukum jahiliyah….:(8-)wahai pemerintahku kt mmang harus tegas kembalikan harkat martabat kt sbg bangsa merdeka walau dg cara yg KERAS utk menghentikan kedholiman mereka.suka duka bersama Ahmad Riyadi..dan tman2 lain.”

Kemudian tulisan itu ku komentari:

“Ku pernah seperti itu juga, dibaawa pake mobil utk tahanan gitu, dan begitulah, di balai Polis, saya diperlakukan sbagai warga dari negara rendahan.
Meski negara berdasar hukum Islam, belum tentu warganya menerapkan hukum2 Islam dalam kesehariannya, bisa sj itu hanya kedok.
Ingat, gelombang demo untuk merubah Malay jadi negara demokrasi, beeberapa tahun lagi akan meledak, bak penggaungan reformasi di Indonesia saat warga Indonesia meminta Regime Soeharto untuk mundur. Akan terjadi di Malay.”

——————————————————————————————————————

Ya.., itulah TKI kita, facebook salah satu ajang hiburan, hehe.. Kalo gak gitu, susah cari hiburan.

Nah, ada lagi penggalan dari inbox FB ku:

————————————————————————————-

  • Nama Penanya:
    • maaf mas boleh tahu g kalo kerja d plywood serawak fee kita brp?ak d tawarim kerja d sana.tq

  • Rudi Hermawan Oke

    • iya, tidak apa.., terima kasih..
      salam kenal..

      dari mana Abang tahu, aku kerja di plywood?
      emang aku di plywood, tapi, yang Abang tanyakan itu, psosisi kerjanya yang mana?
      Aku posisinya di pihak pembeli (buyer). Kali posisi di pihak pabrik, Abang bisa lihat tulisan ku, tentang “gaji TKI Indonesia di Malaysia”, kunjungi aja: rudihermawanoke.wordpress.com

  • Nama Penanya:
    April 15

    Penanya

    • ak dah baca sih tp ak pgn th detail khdpan d sana.maksih atas jawabannya.

  • Rudi Hermawan Oke

    • oo begitu..

      kalo kehidupannya, terutama kerja 12 jam, sangat menguras tenaga.
      dan untuk karyawan biasa, pendidikan tidak jadi andalan.

      yg lulus SD ama yg lulus SMA, kerja di posisi yg sama.

      Paling yang ‘agak’ senang, kalo kita ditempatkan di karyawan bagian quality (quality control = qc). QC ini tidak ada persyaratan ketat juga, cuman siapa yg mau ngitung, ngukur2,, masuk lah dia jadi QC.

      bersambung ya nnti,,, 

  • Nama Penanya:
    April 15
    • ok mas.thank atas jawabannya

  • Rudi Hermawan Oke

    • iya…

    • aku panggil Bapak atau Mas ni..

    • hehe..

    • pokoknya, yg Abang tidak tahu, tanya saja ke inbox..

    • insyaalloh dibalas..

    • nah.., kalo Abang kerja di sini, mau lewat agent penyalur TKI atau bagaimana?

    • kalo bisa, jangan lewat agent, karena repot..

    • tersiksa..

  • Nama Penanya:
    April 15
    • ok apa aja bisa.
      ak penasaran aja n ada yg tawarin jg tp ak bimbang dimintanya d srh jd QC.
      trs cb ak cr info yg bnr.

  • Rudi Hermawan Oke

    • Abang itu mau coba jadi TKI ya..??

    • hehe.., sebelum menyesal, ku mau ngasih gambaran sebelum Abang berangkat..

    • Kalau mau jadi TKI, kemudian kerja di plywood, banyak yg merasa tertipu, meski mereka cuma lulusan SD..

    • apalagi jadi TKI nya lewat agent..

    • silahkan Bang, tanyakan dulu, apapun ke inbox ku..

    • ku akan jawab karena Alloh..

  • Nama Penanya:
    April 15
    • makanya ak pgn th fee n sistem kerjanya.malah ada yg blg kita g bisa sholat kalo d sana

  • Rudi Hermawan Oke

    • sholat bisa..

    • kita bahas sistem kerja.

    • ku perkenalkan dulu diriku Bang..

    • ku kerja di plywood, malaysia..

    • sebagai pembeli..

    • perwakilan pmbeli dari Jepang.., dan berkantor di Jakarta.

    • jadi, aku mau kerja di Malay, karena ku tiap bulan pulang ke Indonesia/..

    • kalau jadi TKI, pulang hanya boleh 2 (dua) tahun sekali.

    • fee, 15 sampai 18 ringgit per 12 jam kerja.

    • 1 ringgit=rp.3000.

    • masuk jam 7 pagi,

    • istirahat jam 12 sampe jam 1

    • keluar pabrik jam 7.15 sore

    • waktu sholat bisa, ada..

    • tapi tidak boleh lama2..

    • 10 menitan.

    • kerjanya:

    • kaalu karyawan biasa, misal dia bagian menambal kayu yg bolong2..

    • maka, 12 jam dia terus posisinya berdiri..

    • kalau dia bagian bersihkan sampah kayu, maka 12 jam itulah membersihkan sampah dari mesin2, yg tiap detik terus jalan..

    • kadang, ada juga pabrik yang ketika idul fitri, cuman dikasih libur 3 hari saja..

    • selama puasa, masuk terus,

    • dan biasanya banyak TKI indonesia yg tidak kuat puasa, karena kondisi dlm pabrik yg panas sekali..

    • Ini fakta, ku tak mau ada orang Indonesia yg tertipu masuk kerja plywood.

  • Rudi Hermawan Oke

    • Kecuali kalau Abang punya keahlian di elektrik, di welding

    • itu agak ringan..

    • cuman, klo gaji, kalo dikalkulasikan, sama aja dengan di indonesia..

    • cuman, klo di sini, makan dan penginapan gratis.

    • nanti akan ku bahas tentang MAKAN, KONDISI PENGINAPAN, KEBUTUHAN HIBURAN, KEHIDUPAN SEHARI2, dan hal2 yg Abang tanyakan lainnya.

  • Nama Penanya:
    April 15


    • ok mksh infonya.ak sih sbnry dah kerja d pemrintah desa tp scr batin ak dah jenuh pgn kembali k hutan lagi.

  • Rudi Hermawan Oke

    • oo begitu..

    • ini bukan di hutan..

    • ini di pabrik

    • seperti pabrik2 tekstil, pabrik lainnya..

    • menurutku Bang..

    • kalo Aabang udah punya kerjaan di Indonesia,,

    • JANGAN ke Malaysia..

    • bayangkan Bang..

    • ku tiap hari mendengarkan keluhan TKI..

    • gaji kecil lah..

    • kerja lama waktunya lah..

    • makan tidak enak lah..

    • pokoknya, mereka yg udah ke sini, rata2 merasa tertipu, meski asal mereka ada yg tukang dagang rujak ketika di indonesianya..

    • ada yg tukang bagunan,,

    • ada yg lulus SD..

    • semua MERASA TERTIPU..

    • sekarang bahas masalah MAKAN:

    • makan, biasa gratis.

    • tapi menu, itu lagi, itu lagi..

    • biasanya: ayam, telur, mie goreng, sayur kangkung, sayur kol, miehun goreng, ikan kembung.

    • itu saja..

    • saya selama 16 bulan di sarawak,

    • yg mana tiap 2 bulan pulang,

    • sudah masuk beberapa pabrik..

    • sama smua, TKI mengeluh merasa tertipu,,,

    • saya udah masuk 4 pabrik.

    • saya bisa masuk sana sini, karena pihak jepang beli barangnya tidak hanya dari 1 pabrik,

    • Sebenarnya, aku mau Bang, bikin tulisan di blog, tentang keadaan TKI di Malaysia, tapi ku takut menyinggung salah satu pihak.

  • Nama Penanya:
    April 15


    • hehe.itulah rata2 manusia bang.ak jg g munafik ak mgkn salah satunya.ak ingin mencoba kmbl dr awal

  • Rudi Hermawan Oke

    • maaf kalo agak sensitif..

    • Abang lulusan apa sekolahnya?

  • Nama Penanya:
    April 15
    • ak dl jg srg d pengawas lapangan n tim penilai.ya yg terakhir ini d pemdes tp scr batin miris jg d negara kita.

    • ak ipb jg bang

  • Rudi Hermawan Oke

    • waduuuh, kalo lulusan IPB apa lagi..

    • jangan jadi TKI..

    • ingat, aku bukan TKI..

    • kantorku di Jakarta,,

  • Nama Penanya:
    April 15
    • ak dl prnh bljr jg d ipb.

  • Rudi Hermawan Oke

    • gajiku pakai rupiah..

    • ke Maalay cuman check barang doang..

    • jangan Bang..

    • diploma atau apa di IPB nya..?

  • Nama Penanya:
    April 15
    • hehe.emg kalo g lwt agen lwt mana bang?ak ingin mencoba dr yg kecil lagi.hehe.hidup adl pilihan

  • Rudi Hermawan Oke

    • lebih bagus lewat TKI yg dah lama kerja di suatu pabrik..

    • kalo lewat agen, kita akan daapat tanggungan selama setahun..

    • yaitu biaya balas budi ke agen..

    • yg mana diambilnya dari gaji kita..

    • kalo lewat org TKI, kita tidak diambil biaya beban tahunan..

    • Baca lagi blog ku.., ku lupa2 ingat ni..

    • Insyaalloh, besok disambung lagi.

    • iya, insyaalloh, aku tiga mei ini, mau pulang..

    • kalo mau tnya lewat telepon boleh..

  • Nama Penanya:
    April 15
    • diplomanya.tp mmg utk daftar ini ak pake ijasah smu ak.hehe

  • Rudi Hermawan Oke

    • telepon setelah ku di INA..

  • Rudi Hermawan Oke

    • wah,, jangan Bang..

    • telpon aja nnti 3 mei ke nomorku

    • 0856 920 87 889

    • lulusan SD aja pada ngeluh, apalagi lulusan diploma..

    • paling betah 1 minggu..

    • mana susah pulang, akan kena denda oleh agent kalo pulang kurang dari 2 tahun..

    • klo tidak betah, susah pulang,

    • harus bayar denda ke agent,

    • oleh pihak pabrik juga dpersulit..

    • karena pihak pabrik skrg kesusahan cari pekerja.

    • banyak yg kabur,,

    • banyak yg pulang tak kembali..

    • karena alasan TIDAK BETAH, TIDAK SESUAI.

    • Emang, ku juga setuju dengan alasan2 TKI itu,,

    • wong tiap hari ku ketemu mereka..

    • iya,

    • gitu aja dulu, ku mau istirahat dulu..

    • jangan sungkan2, tanya aja, apa masalah yg belum clear..

    • wassalamu’alaikuum..

  • Nama Penanya:
    April 15

ok.thank atas


—————————————————————————————————————————————————————————



(bersambung ah nanti, kalo ada waktu lg..)

Perihal Rudi Hermawan
Ku dilahirkan di daerah terpencil, jauh dari keramaian. Beberapa puluh tahun kemudian baru tahu keramaian kota. Dan dari keadaan tersebut sedikit banyak mewarnai gaya tuturku dalam tulisan. Tapi, siapapun itu orangnya yang membuat tulisan, tidak terlalu perlu untuk diperhatikan, yang perlu diperhatikan adalah isi pesan dari tulisan itu. Semoga bermanfaat.. :)

11 Responses to Kehidupan sehari-hari seorang Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia

  1. kiki mengatakan:

    bagus mas,,saya pingin baca lanjutannya..

    • Rudi Hermawan mengatakan:

      terima kasih.

      iya, belum sempat ni terusinnya, maklum, banyak alasan untuk bermalasan.., hehe

    • nur mengatakan:

      Assalamu alaikum wrb,salam persaudaraan,saya Nur Mardiana biasa dipanggil Nur,awalnya saya seorang pengusaha yang sangat sukses dan aset banyak,seiring berjalanya waktu kekayaan saya berkurang dan bangkrut,saya frustasi dan hampir bunuh diri tapi saya masih usaha bagaimana caranya saya bisa seperti dulu,saya hampir putus asa niat bunuh diri kembali menghantui saya,tapi saya coba buka internet dan tidak sengaja saya melihat nomor Ki Kusumo,saya coba telpon beliau,saya dikasi solusi tapi awalnya saya ragu dan sempat tidak percaya tapi tidak ada jalan lain saya hanya bermodal nekat mengikuti saran Aki syukur alhamdulillah sekarang saya bisa kembali seperti dulu,semua hutang saya lunas dan saya kembali bangun bisnis properti,saya berterimah kasih kepada pembuat room ini karna berkat room ini saya bisa ketemu nmr Aki Kusumo,Demi Allah ini pengalaman pribadi saya,ini bukan rekayasa saya hanya ingin berbagi pengalaman kepada teman2,saudara,yang sedang dalam kesusahan silahkan hub nmr Aki kusumo dinmr 085257776881 insya Allah akan diberi solusi,sekali lagi terimah kasih saya ucapkan sebesar2nya pada Ki kusumo kalau bukan karna beliau saya tidak seperti ini, maaf sebelumnya yang tidak suka dengan postingan saya ,saya Nur mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya Assalamu alaikun wrb,salam persaudaraan.

  2. Ki Haur Beuti mengatakan:

    Heded.
    Salam baktos.

  3. makruf mengatakan:

    kepada siapapun yg membaca tulisan ini sy sedang mencari anak saya yg bekerja di Malaysia sdh 14 thn tdk plng. kemungkinan besar berada di Serawak Malaysia. Nama SRI MURYANTI …asal magelang. tolong yg mengetahui atau pernah mendengar nama anak saya. bisa hubungi sy di Facebook saya ..Max Maxaroov..atau sms hp sy +6281280881011. ttd pak Mak. maturuwun

  4. ahmad mengatakan:

    sy jg pernah kerja deket taan, sy di likshen sawmill angkatan 2003 ,pulang kabur jg karna gak betah, pikir 2 kali sebelum jd tki,. mendingan jualan somay di negeri sendiri drpd jd tki cm makan ati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: