Ketika Anak Kampung Besekolah

Memang, dalamnya laut bisa diukur, nasib seseorang siapa tahu… Itu mungkin peribahasa yang cocok untuk seorang anak, yang kesehariannya mau terus bersekolah, kecuali hari libur,, hehe..

Mari kita baca dulu, koran KOMPAS, terbitan 19 November 2011, sebagai berikut teman-teman..

MERAUKE, KOMPAS.com – Upaya penyelesaian berbagai persoalan di Papua harus mengedepankan adanya penghargaan dan penghormatan terhadap harkat dan martabat, serta budaya masyarakat adat Papua.

Tanpa hal itu, penyelesaian masalah Papua tidak akan tuntas meskipun dilakukan upaya-upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hargai dan hormati masyarakat Papua sebagai manusia sejati, s ebagai manusia yang lebih awal tinggal di tanah Papua. Ini yang sejak dulu terabaikan, ungkap Stanislaus Gebze, Ketua Dewan Adat Papua Wilayah V Animha Merauke.

Stanislaus menuturkan, persoalan Papua tidak semata-mata s oal ketertinggalan dan minimnya kesejahteraan ekonomi warga namun merupakan akumulasi berbagai persoalan kronis puluhan tahun, seperti ketidakadilan dan juga minimnya penghormatan terhadap martabat dan budaya masyarakat adat.

Akibatnya, masyarakat adat merasa diabaikan dan disisihkan dari tanahnya sendiri. Karena itu, pendekatan kesejahteraan saja tidak akan menyelesaikan berbagai persoalan di Papua. Kenali manusianya seperti apa, adatnya, budayanya seperti apa, hormati dan hargai itu mereka, katanya.

Menurut Stanislaus, jalan dialog harus ditempuh hingga tingkat paling bawah untuk menumbuhkan rasa saling memahami maupun menghilangkan saling curiga.

Dialog itu juga penting untuk menemukan formula baru penyelesaian masalah P apua selain formula otonomi khusus (otsus). Pelaksanaan otsus selama 10 tahun dinilai telah gagal karena tidak dirasakan berpihak langsung kepada masyarakat adat.

Perihal Rudi Hermawan
Ku dilahirkan di daerah terpencil, jauh dari keramaian. Beberapa puluh tahun kemudian baru tahu keramaian kota. Dan dari keadaan tersebut sedikit banyak mewarnai gaya tuturku dalam tulisan. Tapi, siapapun itu orangnya yang membuat tulisan, tidak terlalu perlu untuk diperhatikan, yang perlu diperhatikan adalah isi pesan dari tulisan itu. Semoga bermanfaat.. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: