CARA MEMAKAI SANDAL JEPIT

Sandals

Sandals (Photo credit: grooble)

Hehe.., perlu gak ya? Tak apa, ku rasa bermanfaat.

Teringat dulu, ada seorang teman kuliah. Kalau jalan itu dengan alas kaki sandal atau sepatu, pasti terdengar “srok..!, srook..!, srook..!”, berisik sekali. Dan ketika ku amati, ternyata boros sekali alas kaki dia, terutama di bagian alas bawahnya. Mudah habis, karena memakainya dengan cara digosok-gosokan ke jalan yang dia lalui. Tak peduli jalan yang dia lalui itu apakah aspal, tanah, atau apa.

Lucu.., hehe.., teringat masa dulu, ketika ku masih di kampung. Kakak ku yang ketiga sampai memarahi aku, karena jalanku srok..!, srook..!, srook..! Kemarahan kakak ku sih tidak diakhiri teori, cuman dia kelihatannya kesal saja dengan cara ku berjalan kaki, berisik banget. Setelah ku dimarahinya, jalanku ku atur, ternyata banyak manfaatnya. Salah satunya tidak boros sandal, tidak berisik juga.

Emang sih.., perlu dipraktekkan cara memakai sandal jepit (dan alas kaki lainnya) supaya tidak berisik, tidak menggosok ke lantai jalan, kalau cuman teori memang gampang, tapi pembiasaannya itu yang tidak mudah. Itu cara pertama, tidak berisik; cara kedua yaitu tidak memakai sandal jepit dengan bagian belakangnya memantul ke bagian tumit secara berlebihan. Maklum kan sandal jepit, juga sandal lainnya, suka memantul bagian tumit kala dipakai. Seseorang memakai sandalnya memantul berlebih atau ridak bisa terlihat dan terdengan. Cplek..!, cplek..!, cplek..!, itu suara sandal jepit memantul.., hehe. Lebih terlihat lagi ketika berjalan di tempat becek. Kalau jalannya becek, dan pakai sandalnya masih memantul, biasanya banyak lumpur yang ikut terpelanting dan menempel di kaki dan celana bagian luar.

Nah.., untuk melatih agar tidak banyak atau bahkan untuk tidak ada lumpur menempel karena pantulan sandal, perlu dipelajari cara jalan dan cara memakai sandal jepitnya.

Jadi ingat suatu kisah, waktu itu ku berjalan ama teman, hendak menuju kantor. Kebetulan hujan terjadi sebelum jam berangkat ke kantor. Di tengah perjalanan, celana panjang teman ku itu penuh dengan lumpur  bercampur oli dari jalanan kendaraan. Akhirnya, celana dia cumin bawa satu, bahan jeans lagi.., kotor  deh selama masuk kantor hari itu..

Selamat mencoba, semoga bermanfaat..

(Rudi, Kali pasir, Menteng, Jakarta Pusat, 07Jan2012)

Perihal Rudi Hermawan
Ku dilahirkan di daerah terpencil, jauh dari keramaian. Beberapa puluh tahun kemudian baru tahu keramaian kota. Dan dari keadaan tersebut sedikit banyak mewarnai gaya tuturku dalam tulisan. Tapi, siapapun itu orangnya yang membuat tulisan, tidak terlalu perlu untuk diperhatikan, yang perlu diperhatikan adalah isi pesan dari tulisan itu. Semoga bermanfaat.. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: