IBU, KAPAN KITA KE MALL BARENG..?

Waktu itu, langit Jakarta mulai meredup, maklum hari terus bergerak menuju sore hari. Tepatnya kalau diukur memakai waktu adzan yang suka berkumandang di masjid, seperti di Masjid An Nur, Kali Pasir Menteng, kira-kira waktu mau menjelang asyar. Tepat waktu itu juga, seonggok daging bernyawa, tengah merenung di bilik kontrakan. Kebetulan waktu itu pekerjaan dia di kantor telah usai. Waktu kerja dia ternyata hari itu hanya sampai pukul 12 siang. Selepas waktu itu, dia pulang kerja.

Terpikir di benak si Andi, akan ayah dan ibunya di kampung. Kampung dia nan jauh dari Ibu Kota Negara. Kalau pun ditempuh memakai kendaraan umum, bisa menghabiskan waktu sekitar 10 jam. Itu pun perjalanan tanpa henti. Perjalanan tanpa kenal santai, naik dari bis satu ke bis lain, atau dari angkutan umum carry ke bis, dan sebagainya.

Dalam kemenungannya di kamar kontrakan, si Andi ingat akan Ibunya di kampung. Ingat ibu yang mana sejak dia dilahirkan, hingga dia bekerja saat ini, saat umur dia sekarang seperempat abad, ibunya belum pernah menginjakkan kaki ke mall.

“Ibu.., sedang Ibu saat ini?”

Itulah gumaman yang terbayang di kepala si Andi; sosok ibunya yang tak kenal lelah di rumahnya, di kampung, untuk terus mencari rejeki. “Ibu, seandainya aku sudah berhasil dari cita-cita terdekatku, aku ingin rasanya membawa Ibu ke mall, makan bareng di meja yang sama, Bapak di kiri, Ibu di kanan, betapa bahagianya hatiku, kapan Ibu bisa terlaksana?, hmm..”.

Gumaman si Andi sebenarnya tidak hanya itu. Sejak jauh-jauh hari, dia memiliki rencana juga, untuk membawa Ibunya jalan-jalan ke kota. Mengenal hidup dan kehidupan, hiruk-pikuk kota. Tapi.., rencana itu tak kunjung jua terlaksana. Hanya satu kata penyimpul untuk segala cita yang tertunda; SABAR. Si Andi tahu betul, bahwa sepatah kata SABAR itu memiliki makna yang bukan makna pelarian dari keputusasaan, tapi merupakan suatu kata yang memiliki makna untuk selalu memperjuangkan segala citanya. Si Andi ingat betul perkataan gurunya, yang pernah mewejanginya di sebuah masjid yang ada di ibu kota,

“SABAR. Sabar itu bukan berarti MENYERAH terhadap keadaan yang sedang dialami. SABAR ketika kekurangan, maka bentuk SABAR nya yaitu BEUSAHA untuk memenuhi kekurangan itu; SABAR ketika sakit, maka menahan rasa sakit itu, dan juga tetap tegar berusaha—tanpa keluh-kesah—untuk mencari obatnya..”.

Setelah beberapa kalimat terlintas di benak si Andi, dan kalimat itu cukup membuat si bocah pendiam itu semakin menumpuk rasa rindunya terhadap ibunya dikampung, dia melamun lebih jauh.

“sekarang, saat ini, usiaku telah menginjak genap seperempat abad, tapi apa yang telah ku persembahkan untuk ibu dan bapak di kampung?, apakah hanya bisa memberikan kabar berita saja bagi mereka?, apakah bapak dan ibuku cukup hanya dengan diberi kabar berita dariku?, entah, ku belum juga berdaya..”.

“esok lusa, atau kapan pun, ku harus bisa membawa ibuku ke mall..”.

Tak sadar, si Andi terus menerawang, ingat sana, inget sini, akhirnya dia tertidur. Dalam tidurnya dia bermimpi: “sungguh, adalah suatu kebahagiaan yang tak terkira, andai aku sebagai seorang anak, bisa membawa ibu rekreasi ke tempat yang belum pernah ibu kunjungi seumur hiidup ibu..”.

Alam di luar makin menggelap, seakan ikut tenggelam bersama mimpinya si Andi. Dan secara tidak langsung, alam bergumam untuk si Andi,

“kejarlah cita-cita kawan, Ibu dan Bapakmu hanya butuh satu hal darimu: ANAK YANG SHOLEH, YANG SELALU MENDOAKAN KEDUA ORANGTUANYA..”.

(Rudi, Kali Pasir, Menteng, Jakarta Pusat, 07Jan2012).

Perihal Rudi Hermawan
Ku dilahirkan di daerah terpencil, jauh dari keramaian. Beberapa puluh tahun kemudian baru tahu keramaian kota. Dan dari keadaan tersebut sedikit banyak mewarnai gaya tuturku dalam tulisan. Tapi, siapapun itu orangnya yang membuat tulisan, tidak terlalu perlu untuk diperhatikan, yang perlu diperhatikan adalah isi pesan dari tulisan itu. Semoga bermanfaat.. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: