Waktu

Ketika ku berjalan, memasuki musholanya para karyawan pabrik kayu lapis, yang terletak di Bintulu, Sarawak, Malaysia, ku sempatkan diri untuk mencari bahan bacaan di dalam mushola itu. Karena, ku yakini, biasanya di dalam mushola itu suka ada bacaan entah itu berupa buku yang udah lecek-lusuh, ataupun dari selebaran yang biasa diedar tiap Jum’at. Begitu juga dengan kondisi ketika menemukan tulisan ini. Tulisan ini ku temukan di laci Mushola, dan tampaknya bahan bacaan yang telah lama diedarkan. Ku coba untuk membaca, tapi rasa hati begitu malas untuk membacanya. Akhirnya, supaya ku mau membaca, akhirnya berinisiatif untuk ditulis ualng, dengan niat bisa dipajang hasil tulisan ulangnya di wordpress. Dan inilah hasilnya..🙂

—————————————————————————————————————————————

JABATAN AGAMA ISLAM SARAWAK

“WAKTU”

Susunan: Wan Faisal Wan Ahmad M.

MUKADIMAH:

“Waktu itu emas”, ini sebagian dari ungkapan yang mengibaratkan masa. Masa diibaratkan barang yang berharga dan bernilai tinggi. Namun, tergantung pada individu untuk mengimbanginya dengan kesadaran akal fikiran yang dianugerahkan oleh Yang Maha Kuasa kepadanya. Sebgian orang menganggap waktu itu lebih bernilai lagi daripada emas atau yang seumpamanya. Satu detik waktu pun, kalau boleh tidak mau dibiarkan berlalu begitu saja. Baginya jika terlepas saja satu detik masa maka ia akan menyesal dengan sejuta kesalahan karena waktu berlalu tidak dapat digantikan dan tidak dapat kembali lagi.

Walaupun demikian, dalam kesibukan orang lain memenuhi waktu-waktu yang dilaluinya, ada sebagian orang yang beranggapan bahwa waktu itu tidak ada yang menarik. Jika adapaun, pada waktu-waktu tertentu saja seperti waktu makan, waktu tidur, waktu berlibur dan seribu waktu yang melibatkan tuntutan hawa nafsu saja.

Begitulah manusia, ada yang mempunyai fikiran mawas dengan berfikiran positif dan ada juga yang berfikiran waras tetapi tidak dapat memainkan peranannya dalam mengisi waktu-waktu yang telah atau sedang berlaku dalam kehidupan kesehariannya.

KEPENTINGAN  WAKTU:

Kita sebagai seorang umat Nabi Muhammad SAW, sewajibnya mengetahui dan sadar arah sebenarnya tujuan kita dihidupkan di bumi Alloh ini. Manusia tercipta dari ‘setitik mani’ menjadi segumpal darah, dan seterusnya menjadi makhluk bergelar manusia lalu ditipkan roh. Apakah kehidupan kita seharian senantiasa dipenuhi dengan seribu satu macam maksiat dan sebagainya, atau diisikan dengan beribadah kepada Alloh SWT…?

Sesungguhnya semua makhluk itu emndapat kerugian disebabkan oleh waktu. Ini telah dijelaskan oleh Alloh SWT dalam kitab Suci Al-Quran, dalam surah Al-‘Asyr, ayat 1 sampai 3, sebagai berikut:

“Demi masa, sesungguhnya manusia berada di dalam kerugian selamanya, melainkan mereka yang beriman dan beramal sholeh, serta saling mengingatkan akan kebenaran, dan saling mengingatkan dengan kesabaran.”

Maka, begitulah pentingnya waktu, sehingga Alloh SWT telah mengingatkan kita semua dengan bersumpah demi masa (waktu). Oleh karena itu, kita perlu mengisi serta memenuhi waktu dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan, serta amalan-amalan yang berfaedah. Bagi seseorang yang melalaikan waktu, dengan melakukan perkara-perkara yang tidak mendatangkan manfaat, atau pun membiarkan waktu itu berlalu begitu saja, sesungguhnya dia tergolong ke dalam golongan orang-orangyang merugi.

Namun, bagi seseorang yang bijak serta pandai mempergunakan waktunya dengan mengajarkan amalan-amalan serta perkara yang berfaedah, sesungguhnya dia akan memperoleh kemenangan, dan akan mendapat keuntungan baik di dunia maupun di akhirat.

KATEGORI WAKTU:

Kalau kita amati secaramendalam, dengan berpadukan akal dan hati, waktu dapat dibagi ke dalam beberap kategori. Hal ini diperkuat dengan hadits Rasulullah SAW, sebagai berikut:

“Pergunakanlah lima kesempatan sebelum datangnya lima kesempaatan. Gunakanlah waktu sehatmu sebelum tiba waktu sakit, waktu lapangmu sebelum waktu sibuk, waktu mudamu sebelum waktu waktu tua, waktu kayamu sebelum waktu miskin, dan waktu hidupmu sebelum waktu mati.”

Setiap waktu akan berubah mengikuti peredaran dan giliran yang telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Waktu yang berlalu pasti meninggalkan kesan atau pun peristiwa. Segala peristiwa atau kesannya tidak akan kekal lama kecuali sesuatu perkara yang berfaedah, akan meninggalkan kesan-kesan yang berkepanjangan serta dianugerahi pahala oleh Yang Maha Pengasih.

Jika manusia mau berpikir, ia akan mempergunakan waktu sehatnya dengan beramal sholeh, beriman kepada Alloh SWT, dan melakukan perkara-perkara yang bermanfaat bagi dirinya maupun bagi orang lain. Seterusnya dia memanfaatkan waktu lapangnya, waktu kaya, waktu muda, dan waktu hidupnya dengan perkara-perkara yang tidak merugikan dirinya dan orang lain. Suatu hari nanti, akan tiba waktunya, dia akan mengalami rasa sakit, waktu msikin, waktu sibuk, waktu tua, dan waktu mati. Maka seharusnya ia sudah bersedia dengan waktu-waktu ini, dan di hatinya tidak akan terjadi sebuah penyesalan.

Tetapi sebaliknya bagi manusia yang tidak memanfaatkan waktu-waktunya, maka hidupnya akan selalu lupa dan ia akan senantiasa dibayangi kesulitan dan dirundung kekecewaan yang tidak berujung. Pada waktu gembira, dia lupa akan derita, dan sebaliknya waktu ditimpa kesusahan baru lah ia teringat akan Alloh SWT. Pada waktu kaya, khawatir akan miskin; pada waktu sehat, khawatir akan sakit; dan beragam kekhawatiran yang akan dirasakannya. Semuanya ini menjadikan hidupnya tidak ada kedamaian. Maka mereka inilah yang termasuk di dalam golongan orang-orang yang akan mendapat kerugian yang berkepanjangan.

PENUTUP:

Oleh karena itu, kita sebagai seseorang yang mengaku Alloh sebagai Tuhan Yang Esa, dan Muhammad SAW sebagai Rasul-Nya, berkewajiban untuk memenuhi waktu-waktu yang telah ditentukan oleh-Nya. Sesungguhnya waktu itu bagaikan pedang, kalau kita tidak mempergunakannya, maka kita akan dipergunakannya. Mari kita sama-sama untuk  selalu berusaha, serta berazam dengan kesungguhan naluri dan hati kita, supaya waktu kita tidak berlalu begitu saja. Lakukanlah dan gunakanlah waktu dengan mengerjakan perkara-perkara yang bermanfaat bagi diri kita maupun bagi orang lain. Mudah-mudahan kita tergolong dalam golongan orang-orang yang sholeh, yang mendapat keuntungan baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin.

“Tekunkan dirimu bersama-sama dengan orang-orang yang beribadah kepada Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang, yang mengharapkan keridhoan Alloh semata-mata, dan janganlah engkau memalingkan pandanganmu dari mereka hanya karena engkau tertarik akan kesengan hidup di dunia.” (Al-Kahfi: 28)

Design dan print oleh: PERCETAKAN NASIONAL MALAYSIA BERHAD, KUCHING, SARAWAK, MALAYSIA.

————————————————————————————————————————————————–

Itulah sebuah tulisan yang ku temukan di mushola itu. Dan semoga bermanfaat, dan untuk para pembaca, jangan sungkan untuk memungut bahan bacaan, meski itu dari kertas yang telah terbuang. Karena ilmu ada di mana-mana, tinggal kerelaan untuk ‘memungutnya..🙂

Perihal Rudi Hermawan
Ku dilahirkan di daerah terpencil, jauh dari keramaian. Beberapa puluh tahun kemudian baru tahu keramaian kota. Dan dari keadaan tersebut sedikit banyak mewarnai gaya tuturku dalam tulisan. Tapi, siapapun itu orangnya yang membuat tulisan, tidak terlalu perlu untuk diperhatikan, yang perlu diperhatikan adalah isi pesan dari tulisan itu. Semoga bermanfaat.. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: