Kalender Sunda Diakui oleh Kerajaan Malaysia

Keberadaan kalender Sunda ternyata diakui oleh Kerajaan Kelantan, Malaysia, sejak tahun lalu.

“Kami turut bangga karena Kerajaan Malaysia pun mengakui keberadaan kalender Sunda ini,” kata Koordinator Acara Perayaan Tahun Baru Sunda 1 Kartika 1948, Dadang Hermawan, di Bandung, Rabu (2/11/2011).

Dadang menuturkan, pengakuan keberadaan kalender Sunda tersebut dilakukan oleh keturunan ketujuh dari Sri Ratu Putri Sadong, Raja Kelantan Malaysia, yakni Raja Tengku Putri Anis Raja Sazali.

“Jadi tahun lalu, saat itu ada pertemuan raja dan sultan se-Nusantara. Dan, dari sana Raja Tengku Putri Anis Raja Sazali datang ke sini dan mengakui keberadaan kalender Sunda,” kata Dadang.

Menurutnya, salah satu alasan Kerajaan Malaysia mengakui keberadaan kalender Sunda karena merasa memiliki satu keturunan.

“Jadi raja-raja mereka terdahulu merasa satu keturunan Sunda Besar juga, sebelum masa kolonial,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa perbedaan dalam memaknai kalender Sunda oleh Kerajaan Malaysia. Salah satunya ialah perayaan tahun barunya.

“Yang berbeda itu ialah perayaannya. Kalau Kerajaan Malaysia merayakannya pertengahan November, kalau kita tanggal 4 November,” ujarnya.

Kalender Sunda sendiri hampir memiliki jumlah bulan, minggu, dan hari yang sama dengan kalender Masehi.

Namun, yang membedakannya ialah penamaan nama bulan, minggu, dan harinya.

Awal bulan atau bulan pertama pada kalender Sunda ialah Kartika dan bulan ke-12-nya disebut Asuji.

Adapun urutan bulan menurut kalender Sunda yaitu Kartika, Margasira, Posya, Maga, Palguna, Setra, Wesaka, Yesta, Asada, Srawana, Badra, dan Asuji.

Sedangkan nama hari dalam kalender Sunda ialah Radite (Minggu), Soma (Senin), Anggara (Selasa), Buda (Rabu), Respati (Kamis), Sukra (Jumat), dan Tumpek (Sabtu).Map of Sunda and Galuh territory

.

Sementara itu, dalam satu bulan jumlah hari dalam kalender Sunda ada yang berjumlah 29 hari dan 30 hari. [Bandung, KOMPAS, 3 NOV. 2011].

Rudi, 3 November 2011, Sarawak, Malaysia.

Perihal Rudi Hermawan
Ku dilahirkan di daerah terpencil, jauh dari keramaian. Beberapa puluh tahun kemudian baru tahu keramaian kota. Dan dari keadaan tersebut sedikit banyak mewarnai gaya tuturku dalam tulisan. Tapi, siapapun itu orangnya yang membuat tulisan, tidak terlalu perlu untuk diperhatikan, yang perlu diperhatikan adalah isi pesan dari tulisan itu. Semoga bermanfaat.. :)

2 Responses to Kalender Sunda Diakui oleh Kerajaan Malaysia

  1. tikateacool mengatakan:

    tahun baru tanggal 4 november? kalo dirayain malah berasa aneh kali yak, karena yg ngerti kan sedikit. ada ritual perayaan tahun barunya ga? hehehe

    • Rudi Hermawan mengatakan:

      hehe..

      Perayaannya bukan pake penanggalan Masehi, tapi pake penanggalan Sunda.
      4 november di tulisan atas, kebetulan aja tahun jatuhnya pd tanggal masehi 4 november.
      Seperti Idul fitri, pake penanggalannya penanggalan Islam; maka tahun Baru Sunda juga pakai penanggalan Sunda. Begitu.., hehe..🙂

      Kegiatan perayaannya ada, seperti kalau di Bandung itu di ITC Kebon Kalapa.., dan tempat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: