HUKUM MEMUNGUT ANAK

Banyak di kalangan muslim yang melakukan ‘pemungutan anak’. Hal tersebut cukup beralasan juga. Ada alasan yang dominan, yaitu karena gak punya keturunan. Terdapat beberapa kesalahan dalam menetapkan status anak yang dipungut oleh si pemungut. Biasanya si pemungut itu ‘berbohong’ pada anak yang dipungutnya itu. Missal modusnya:

“Nak.., kamu ini benar-benar anak Bapak dan Ibu”.

Pernyataan dari si orangtua angkat itu diungkapkan sampai si anak pungutnya dewasa. Padahal, kalau diamati, terdapat ‘kebohongan’ pemungut pada si anak pungutnya. Kebohongannya yaitu mengaku sebagai orang tua asli dari si anak itu. Kebohongan ini kalau terus ditutupi, akan merembet menjadi untaian kebohongan lain. Setelah berbohong mengenai status kepemilikan si anak pungut, kemudian di kemudian hari si anak pungut itu akan meminta warisan pada orangtua angkatnya. Padahal dalam Islam, anak pungut tidak punya hak waris dari orangtua angkatnya. Karena diketahui bahwa anak pungut tidak termasuk penerima waris (mawaris) dari pewaris. Tapi karena orang tua angkatnya berbohong, sehingga jangan aneh anak itu meminta warisan. Kalau anak pungut sudah meminta warisan, maka kebohongan yang awalnya sepele jadi kebohongan yang besar, dan lebih sulit jalan keluarnya, dan tidak lepas dari kemungkinan, akan terjadi pertumpahan darah gara-gara warisan.

Alternatifnya, harusnya si anak itu diberitahukan, bahwa status dia (si anak pungut) bukanlah anak asli si pemungut. Kalau sudah diberitahukan status aslinya, maka di kemudian hari tidak ada kebohongan yang lebih besar, terutama terkait harta waris.

Perihal Rudi Hermawan
Ku dilahirkan di daerah terpencil, jauh dari keramaian. Beberapa puluh tahun kemudian baru tahu keramaian kota. Dan dari keadaan tersebut sedikit banyak mewarnai gaya tuturku dalam tulisan. Tapi, siapapun itu orangnya yang membuat tulisan, tidak terlalu perlu untuk diperhatikan, yang perlu diperhatikan adalah isi pesan dari tulisan itu. Semoga bermanfaat.. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: