PERMASALAHAN TKI INDONESIA DI MALAYSIA, KHUSUSNYA DI SARAWAK, DENGAN BIDANG PEKERJAAN PLYWOOD (KAYU LAPIS).

Menindaklanjuti akan banyaknya pertanyaan terhadap penulis seputar repotnya menjadi TKI di bidang pekerjaan kayu lapis (plywood), maka penulis menyempatkan waktu untuk membuka kembali memori yang telah terpendam beberapa bulan. Memori tentang TKI di Sarawak Malaysia tentunya.

Beragam masalah tersebut, seingat penulis, adalah terurai di bawah ini. Selamat membaca, semoga Alloh memberikan jalan yang lurus.

1.banyak TKI yang datang ke Malaysia, tidak dibarengi dengan pengetahuan/pengalaman.

2.agen penyalur TKI di Indonesia, banyak yang melakukan PENIPUAN. Bentuk-bentuk penipuan itu diantaranya adalah dengan janji-janji kosong, seperti:

>>gaji lebih besar dari gaji yang biasa di Indonesia,

>>jam kerja adalah sama dengan Indonesia,

>>makan ditanggung, penginapan ditanggung.

Untuk hal ini, saya melihat dengan kepala sendiri, selama 20 bulan di Sarawak, di pabrik2 kayu lapis, semua yang dijanjikan agen penyalur itu banyak bohongnya.

Misal contoh kasus yang saya ketahui: Ada TKI dari Idramayu, namanya dirahasiakan, kata dia, sebelum berangkat itu dijanjikan gaji 4 juta bersih,uang makan dikasih, pulang ke Indonesia bisa kapan saja. Buktinya tidak ada.

Pesan bagi orang Indonesia yang mau berangkat jadi TKI, dan baru pertama kali:

Tolong jangan tertipu dengan video yang indah yang ditampilkan di internet. Karena modus agen penyalur TKI diantaranya membuat Indah pemandangan di sana. Yang diceritakan adalah video-video yang senang saja.., bukan video yang bermasalah. Ujung2nya, para penyalur TKI itu supaya bisa merekrut TKI lebih banyak, sehingga mereka dapat uang komisi dari tiap TKI yang terkirim itu.

Memang banyak modus yang dilakukan penyalur TKI atau agen untuk mengelabui orang yang belum pernah berangkat jadi TKI. Khususnya ke Malaysia. Saya 20 (dua puluh) bulan di sana, cukup banyak tahu tentang kemelut para TKI itu.

Saya sekarang sedang melanjutkan kuliah S2 di Institut Pertanian Bogor, dan ketika kerja di Sarawak, saya baru lulus S1, dan ketika itu idealism saya sedang tinggi-tingginya. Jadi semua tulisan saya adalah semua hal yang benar-benar terjadi di lapangan dan yang teralami oleh para TKI.

Memang sebagian orang ada yang pernah bertutur kepada saya, katanya, nasib orang siapa tahu. Memang demikian, setelah kerja jadi TKI, dan tanpa pengalaman, yang paling enak itu menjadi tukang sapu di sekitar pabrik kayu lapis. Kenapa jadi tukang sapu paling enak? Karena tekanan dari boss yang dominan orang China dan Malaysia adalah sedikit. Gaji tukang sapu dengan yang kerja di dalam pabrik adalah SAMA, TIDAK ADA BEDANYA.

Tapi untuk para TKI yang punya pengalaman, misalnya pengalamannya bisa mengoperasikan alat berat, misalnya SUBO, itu tidak masalah, karena gaji bisa nego di sana, karena punya keahlian. Tapi bagi orang yang tidak punya keahlian, maka 2 tahun itu akan terasa  sangat menyiksa, jika tidak dibarengi pengalaman. Kecuali jadi tukang sapu lingkungan sekitar pabrik, tidak begitu capek.

Saya bahas satu persatu:

Setahu penulis, yang enak atau lebih ringan dilakukan di pabrik kayu lapis bagi TKI baru yang belum punya keahlian:

a.)Jadi tukang sapu

b.) jadi quality control

c.)jadi satpam

d.)jadi juru masak

e.)jadi penjaga gudang

f.)kerja dibagian air minum pabrik.

Banyaknya TKI adalah orang Kalimantan Barat (kabupaten Sambas, Kabupaten Pontianak), dan Orang Jawa (Tengah, Timur, dan Barat).

Para penyalur TKI ini, cenderung mencari TKI baru yang di kampung tersebut belum atau jarang TKI nya. Modusnya tetap, menjanjikan segalanya serba enak, lebih enak dari di Negara sendiri. Padahal kenyataannya tidak lah demikian. Apa buktinya?. Baik saya akan bercerita tentang ketidakbebasan seorang TKI di pabrik kayu lapis Malaysia.

Cerita dimulai..,

TKI yang baru dikirim ke pabrik kayu lapis di Sarawak, Malaysia, akan langsung dimasukkan ke perumahan yang ada DI DALAM LINGKUNGAN PABRIK KAYU LAPIS. Perumahan yang ada DI DALAM lingkungan pabrik itu, semuanya dipagar rapat, tak ada tempat untuk keluar masuk secara bebas. Kalau seorang TKI, ketika hari libur mau belanja ke pasar yang ramai, maka harus mendapat ijin terdahulu dari satpam. Satpam di pabrik biasanya didominasi oleh orang Sarawak, Orang Melayu katanya, tapi kebanyakan nyatanya adalah orang Dayak Iban. Kalau TKI itu tidak mendapat ijin keluar dari satpam dan dari kantor pabrik, maka tidak bisa keluar. HARUS TETAP DI PERUMAHAN (MESS).

Masalah makan.

Makan sebenarnya ditanggung pihak pabrik. Tapi, namanya yang punya pabrik adalah orang China kebanyakannya, maka makan itu sebenarnya bukanlah gratis mentah-mentah. Tapi semua sudah masuk hitungan potongan gaji TKI yang ada di pabrik tersebut. Yang paling mengenaskan bagi saya, selama di sana, makan itu TIDAK ADA VARIASI. Missal, hari Senin dan Rabu daging ayam, hari Selasa dan Kamis ikan kembung, hari Jumat dan minggu teri bola, sabtu telor ceplok. Sayurnya biasanya itu-itu juga. Sayurnya oseng kangkung, sawi putih, sawi hijau, telor ceplok dan mie goreng. Itu semua masakan yang masaknya KEBANYAKAN PABRIK ADALAH ORANG CHINA. Biasa yang saya temui, rasanya KURANG GARAM, KURANG PENYEDAP, KURANG KETUMBAR, dan ujung-ujungnya, RASANYA HAMBAR, jauh dari masakan Indonesia. Maklum, sebagaimana yang saya jelaskan, yang masak adalah orang China, atau kadang orang Dayak Iban itu, atau orang Dayak Melanau.

Makanan ini, kadang beberapa TKI, tiap hari libur mereka perbaikan gizi dengan cara MEMBELI MAKAN DI LUAR, TIAP HARI LIBUR. Kalau tidak mampu membeli makan, maka mereka membeli mie instan (MIE SEDAP, SARIMI, INDOMIE) dari pasar, untuk di stok, untuk beberapa hari ke depan. Dengan lauk sarimi, biasanya makan lebih bisa diterima mulut.

Di dalam pabrik juga ada kantin, yang biasa jual-jual keperluan sehari-hari TKI, seperti sabun mandi, rokok, beras, gula, celana dalam, sarung tangan, pulsa, dl l. Tapi SEMUANYA HARGANYA LEBIH MAHAL DIBANDING DENGAN HARGA YANG ADA DI PASAR.

Terus, saya masih menyinggung masalah makan. Kadang dari satu pabrik itu ada beberapa dapur umum. Kadang sampe ada 3 dapur. Kebanyakan 2 dapur umum. Dapur yang petugas masaknya orang Indonesia adalah orang Indonesia, maka rasanya biasanya lebih enak.

Makan itu, biasanya berasnya juga memakai beras kualitas rendah. Terus untuk masalah makanan di luar makanan nasi dan turunannya, biasanya makanannya didominasi oleh makanan yang biasa dimakan oleh China. Seperti mie. Orang China ini, biasanya sarapan mie, makan siang mie, pokoknya mie mulu, sampe otak saya kriting mikirin mie, kok orang China Sarawak suka amat..

Untuk makanan ini, saya menyimpulkan, makanan di pabrik kayu lapis Malaysia itu dimasak seperti untuk member makan para pekerja paksa jaman Jepang dan Belanda ketika mereka menjajah Indonesia. Gak pernah enak bumbunya. Dan tidak ada variasi, seperti member kaya makanan untuk ternak aja, itu2 aja..

Untuk masalah kepandaian.

Saya adalah utusan pembeli kayu lapis dari Jepang. Sebagai pembeli, saya bisa mendapat informasi, baik dari jajaran bos pabrik, maupun dari tingkat paling rendah di pabrik. Saya bisa bergaul dengan tukang sapu sampe dengan pemegang kuasa pabrik itu. Dengan demikian, saya bisa mendapat informasi yanglebih lengkap untuk memberitahu tentang kemelut TKI di pabrig kayu lapis Sarawak.

Ketika para atasan pabrik itu menyuruh pegawainya untuk melakukan sesuatu, dan kebetulan pekerja nya itu ada orang Sarawak dan ada orang Indonesia, dengan jabatan sama, misalnya keduanya sebagai mandor. Maka mandor dari Indonesialah yang lebih bisa menjalankan tugas, dan lebih amanah, serta cepat mengerti, dan bisa mengambil inisiatif. Berbeda dengan Orang Sarawak, semua tarap kerjanya perasa di bawah tarap kerja Orang Indonesia. Di sini saya bangga dengan Orang Indonesia, ternyata Orang Indonesia itu pintar-pintar dibanding orang Sarawak/Malaysia. INI KENYATAAN.

Untuk mendukung argument saya ini, bisa saya buktikan dengan beberapa bukti observasi lapang langsung yang saya lakukan dan saya alami. Seperti, telisik punya telisik, yang ngajar untuk tingkat SMP, SMA sampe PERGURUAN TINGGI, adalah banyak dari Indonesia. Pernah waktu itu, saya ngobrol di jalan, sebelum naik pesawat, dengan Bapak-bapak asal Kalbar, dia bilang, dia mau pulang ke Kalbar, karena habis menjenguk anaknya yang sedang ngajar di Sarawak, jadi Guru.

Selain itu, saya pernah masuk ke mall, dan seprti biasa, kalau ke mall, saya paling suka ke toko buku. Saya lihat-lihat buku, diantaranya buku agama, ternyata banyak hasil karangan atau penerjemah dari Indonesia. Bahkan beberapa buku hasil karangan orang Indonesia, dialihbahasakan memakai bahasa Malaysia. Lagi-lagi, sya kagum, ORANG INDONESIA LEBIH PINTAR DARI ORANG MALAYSIA. Dan jangan salah, perdana menteri yang sekarang sedang memerintah, punya aliran darah yang aslinya dari Sulawesi. Berarti dia ORANG INDONESIA. Dan jangan salah juga, di Malaysia, apalagi di Sarawak, SULIT SEKALI MENCARI PESANTREN. Malah, banyak orang Malaysia yang mesantren di Tanah Jawa. Ku bangga menjadi anak Indonesia..!!.

Maslah status social.

Orang Sarawak asli yang kerja di pabrik, cenderung MERENDAHKAN orang Indonesia. Pernah, suatu saat, ada mandor dari Malaysia, dan kerjaannya gak jelas. Dia mendekati saya, ketika itu saya sedang sibuk check barang yang akan dikirim ke Jepang. Karena dia berperilaku tidak sopan, dia mengira saya adalah orang Indonesia, yang bisa direndahkan oleh dia. Ketika itu, dia menanyakan hasil meeting (pertemuan) antara bos pabrik, saya (pihak pembeli), dan para supervisor. Saya bentak dia, kemudian saya banting map di depan muka dia, terus saya bilang, “kamu ini, hasil kesepakatan, kok malah nanya-nanya lagi, apa kamu tidak ikut meeting atau bagaiana..!!”. sampe dia merah padam, tapi dia tidak bisa berkutik apa-apa, meski dari perilakunya dia merendahkan saya. Dia tidak bisa berkutik, karena dia kurang pintar dibanding orang Indonesia, dan karena pihak saya adalah pembeli. Sebagai pembeli, jangankan mandornya, bos-bos yang punya pabrik juga bisa saja saya bentak-bentak karena kualitas abal-abal meski harga jual mau mahal. Mohon maaf orang Malaysia, ada sedikit rasa dari saya untuk balas dendam menjajah padamu sekalian ketika saya punya kesempatan

Terus, saya mau mebahas habis tentang kegilaannya para Penyalur tenaga Kerja Indonesia.

Mereka banyak BOHONGNYA. Kenapa mereka berbohong..? karena sebagaimana dijelaskan di atas, semakin banyak PJTKI merekrut TKI, maka semakin banyak pemasukan dari keringat TKI itu masuk ke kantong PJTKI. Bahkan bisanya yang jadi PJTKI itu orang yang pernah kerja jadi TKI. Mereka kadang ikut kerja di pabrik, tapi untuk beberapa bulan dia bisa pulang. Dia bisa pulang ke Indonesia setelah beberapa bulan, karena dia punya modus yang dia sampaikan ke pemilik (bos) pabrik. Modus yang dijadikan alasannya yaitu, dia mau pulang dulu, untuk mencari TKI lagi. ALASAAANN..!!

Kenapa saya begitu muak pada PJTKI..? ya pasti muak, saya adalah bagian dari anak bangsa, dan SANGAT TIDAK SETUJU kalau bangsa sendiri yang membohongi. Udah jelas-jelas para pengambil kebijakan bohong di Senayan,,,, eh wong cilik juga malah ikut-ikutan membohongi sesamanya untuk dibuang ke negeri orang. Negeri tetangga. Tega..!!

Apakah TKI punya kekuatan ketika sudah kerja di pabrik Malaysia? Mana ada. Ketika seorang TKI kecelakaan di pabrik, sampe meregang nyawa, gantinya cuman berapa ribu ringgit. Paling 10 ribu ringgit (30 juta rupiah). Ketika TKI mati, mana ada pihak kedutaan atau pihak PJTKI masuk pabrik untuk mengamati tingkat kemakmuran kerja Orang Indonesia di dalam pabrik.

Dari tulisan ini, emang ada beberapa TKI pabrik yang kerjanya tidak capek, misal jadi tukang sapu, jadi bagian social. Atau kalau di dalam pabrik harus jadi quality control. Itu tidak capek. Atau bagi mereka yang punya keahlian bahwa alat berat, seperti alat SUBO pencatut kayu-kayu gelondongan, atau tukang asah pisau. Itu tidak capek, karena punya keahlian. Yang saya bahas di atas, adalah kondisi yang paling banyak dialami oleh KEBANYAKAN TKI. Khususnya TKI yang baru pertama kali ke Malaysia.

Missalnya, di kampung punya tambal ban, punya sawah, janganlah jadi TKI di pabrik kayu lapis Sarawak, banyak tepok jidatnya. Kalau jadi TKI maka dengan keluarga akan jauh, ama anak istri jauh. Padahal kalau memperhitungkan kebahagiaan, BERKUMPUL DENGAN KELUARGA TERCINTA ADALAH SESUATU YANG TAK BISA DIBAYAR DENGAN UANG, BERAPAPUN UANG ITU NIALAINYA. Sangat bahagia orang yang bisa berkumpul dengan keluarga. Nabi Adam saja mencari Hawa sampai ribuan tahun. Meski ribuan tahun, tetep dia lakukan demi sebuah PERTEMUAN, DEMI SEBUAH PERKUMPULAN. Bukan demi sebuah percerai beraian. Bukan demi untuk berjauhan.

Masalah penginapan

TKI biasanya langsung dimasukan ke mess (perumahan) yang ada di dalam pabrik. Mess itu bentuknya seperti perumahan begitu. Satu mess terdiri dari 4 kamar. Kamar mandi satu untuk satu mess. Yang repot itu, ada yang sekamar harus dihuni oleh 4 (empat) orang. Yang paling repot lagi, ketika salah satu mess memutar music besar sekali volumenya, sehingga suaranya seperti hajatan. Kalau suara sudah bising seperti itu, maka tidaklah mungkin bisa istirahat dengan tenang. Padahal kalau melihat porsi jam kerja adalah 12 jam. Masuk kerja jam 7 pagi, keluar lagi jam 7 sore, dengan system shift malam selamaseminggu, dan shift malam selama satu minggu. Terus bergantian tiap seminggu. Yang paling repot, menurut beberapa penelitian bahwa, manusia itu butuh waktu malam untuk istirahat. Sedangkan waktu siang diperlukan untuk kerja. Tidak kaget lagi, kalau TKI yang baru masuk, dan kebagian jam masuk malam, maka berat badannya menurun, bahkan badannya loyo sekali.

Adapun untuk mengetahui kemelut TKI yang bekerja di kebun, bisa di klik di sini.

Semoga bermanfaat.

Taman Pagelaran, Ciomas, Bogor. 12 Oktober 2012.

Penulis: Saya sendiri, Rudi Hermawan, S.Hut., yang sejak September 2012 tercatat sebagai Mahasiswa S2 Aktif di Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) dibidang Pelestarian, perlindungan, dan Pemanfaatan Hutan. Saya melakukan pengamatan terhadap masalah TKI di Sarawak Malaysia sejak 20 September 2010 sampai dengan 20 Juni 2012 (hampir 2 tahun).

Perihal Rudi Hermawan
Ku dilahirkan di daerah terpencil, jauh dari keramaian. Beberapa puluh tahun kemudian baru tahu keramaian kota. Dan dari keadaan tersebut sedikit banyak mewarnai gaya tuturku dalam tulisan. Tapi, siapapun itu orangnya yang membuat tulisan, tidak terlalu perlu untuk diperhatikan, yang perlu diperhatikan adalah isi pesan dari tulisan itu. Semoga bermanfaat.. :)

2 Responses to PERMASALAHAN TKI INDONESIA DI MALAYSIA, KHUSUSNYA DI SARAWAK, DENGAN BIDANG PEKERJAAN PLYWOOD (KAYU LAPIS).

  1. tian_hariansyah mengatakan:

    subhanallah… tadinya aq ingin mencari pengalaman di sana, tapi stlah baca artikel ini,, waduuuhh pikir2 lg deh… makasih ya gan atas msukan nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: