JENIS KAYU AKASIA (Acacia mangium, A. crassicarpa, A. decurent) dan EUKALIPTUS (Eucalyptus sp) UNTUK KAYU LAPIS (plywood).

Oleh Rudi Hermawan, SHut., MSi.

Gedung Manggala Wanabakti, Lantai 5, Ruang Rapat PHPL, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jakarta, 12 Mei 2016.

Selama melakukan rapat terkait pembahasan PROPOSAL TEKNIS PERMOHONAN IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU PADA HUTAN TANAMAN INDUSTRI (IUPHHK-HTI) suatu unit manajemen yang hendak membuat hutan tanaman industry (HTI) di Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Kapuas Hulu, dan luasan sekitar 32.931,9 Ha, terdapat diskusi mengenai jenis yang akan ditanam. Jenis yang akan ditanam Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

QUALITY INSPECTION PROCEDURE FOR PLYWOOD

INSPECTION PROCEDURE for quality of plywood are:

  1. Inspect 30 % + 1 crate from total production per shift
  2. Measure size of panel (length, width, diagonal) 5 pieces from every crate from every quantity inspection. If found problem, check that entire panel from that crate.
  3. Measure thickness of panels at 8 points in the corner and size.
  4. Measure weight of panel from 10 panels, every crate from quantity inspection.
  5. Ripping by hand all of panels in quantity inspection. If found delamination, must be re-grading all and take additional sample for bonding test. Inspector must inform to Jakarta office and Inspector Foreman at same time. This lot must be hold first and wait Baca pos ini lebih lanjut

PENYEBAB BONDING TIDAK KUAT (NOT IDEAL) DAN DELAMINASI PADA KAYU LAPIS (PLYWOOD)

Kekuatan bonding (bonding strength) dan Delamination adalah dua hal yang paling utama diperhatikan oleh pabrik plywood, dan sekalian pembeli (konsumen) plywood. Kekuatan bonding ini secara teknis dapat diartikan, yaitu kekuatan ‘rekat’ antar satu veneer (lembaran tipis kayu) yang satu dengan yang lainnya. Semakin kuat “kerekatannya”, maka kekuatan bonding dari plywood tersebut semakin bagus; dan sebaliknya.

Adapun Delaminasi (delamination) merupakan suatu keadaan di mana lem (glue) yang dipakai untuk merekatkan antara satu veneer dengan veneer lainnya tidaklah maksimal, atau bahkan tidak dapat merekatkan veneer satu dengan lainnya. Pembeli dari Jepang, yang saya tahu, sangat ‘rewel’ dengan masalah ‘delaminasi’ ini, karena kalau dipikir ulang, memang tujuan utama pembuatan plywood adalah ‘merekatkan’ veneer yang satu dengan lainnya. Kalau veneer tidak merekat, maka sia-sia pembuatan plywood tersebut.

Adapun beberapa hal yang ikut berperan dalam hal BONDING STRENGTH dan DELAMINATION adalah sebagai berikut:

a)      MC veneer should be checked trough by automatic detector MC machine, and if there is no automatic detector MC machine, check as manually every 3 minute.

b)      Should have veneer stacking more than 24 hours and veneer temperature below 38 0c.

c)        Core veneer surface under face canot have strings and gumtape.

String dan gum tape pada lapisan kedua veneer plywood, akan mempengaruhi kekuatan/bonding dari sebuah plywood yang dihasilkan, terutama bonding dari lapisan face veneer (lapisan veneer plywood pertama). String (benang joint) dan guma tape mempengaruhi bonding karena lem yang tersebar dan mengenai string dan gum tape, maka daya rekat lem akan berkurang, dibanding lem yang merekat langsung ke veneer yang berada pada lapisan terdekatnya.

d)      Weight of glue spread is 40 gr/ft2 up and can not use rough-cut

Glue spread (berat labur) minimal 40 gram/ft2 untuk plywood strukture panel 7ply. Hal ini harus demikian karena untuk mencegah veneer kekurangan lem. Lem yang kurang pada veneer akan mempengaruhi daya rekat antar veneer.

e)      Baseboard (alas/joban) should be in smooth condition.

f)       When do lay up, every 15 panel should be put one baseboard and maximum 45 panels in one lot.

g)      Lay up time maximum 20 minute.

Lay up time too long, more than 20 minutes for Phenol glue, will make glue become dry before Hot press processing. Dry glue is same with ‘died gle’, can not be used again.

h)      Should be use smooth baseboard.

Baseboard tisak smooth, atau tidak rata, maka akan mempengaruhi hasil kempa dingin. Dengan alas yang tidak rata, misalnya alasnya sudah bolong-bolong karena sering dipakai dan usianya telah lama, maka pada bagian bolong-bolong dari alas itu tidak dapat melakukan penekanan pada plywood yang sedang dikempa dingin (cold processing).

i)        For bonding test Smple, take 1 piece of panel for every shift and if bonding test result was failed the cargo which sample was failed can not be loaded.

Tiap hasil produksi di tanggal yang sama, harus mengambil sample untuk mengetahui kualitas bonding (kekuatan) plywood yang telah dibuat.

j)        Should not use rough veneer, if coming out put it as rejected veneer.

Veneer yang kasar jangan digunakan/jangan dipakai. Hal ini berkaitan dengan daya rekat dari lem (glue) yang dipakai. Kalau veneer kasar, lem dengan kadar labur yang sudah ditentukan, tidak bisa menyebar rata pada permukaan veneer. Tidak menyebar rata karena, pada celah rendah dari vemeer kasar itu, lem cenderung mencekung, sehingga kalau dilakukan lay up, maka veneer yang dilay up kan tidak terkena glue, karena glue (lem) nya mencekung tadi.

Di bawah ini contoh plywood yang delaminasi:

Contoh kondisi delaminasi pada plywood 7ply

Contoh kondisi delaminasi pada plywood 7ply

Delaminasi pada plywood 7 ply

Delaminasi pada plywood 7 ply

Semoga bermanfaat.

Production Process Standard for Plywood

This is standard production in where I work about plywood. The process standards are:

1.Bonding Strength and Delamination

1.a. MC of veneer should be check through by automatic detector MC machine, and if there is no automatic MC Detector machine, check manually every 3 minutes. Baca pos ini lebih lanjut

Rule of JAS Standard DARI SALAH SATU PERUSAHAAN YANG BERGERAK DI BIDANG KAYU LAPIS (PLYWOOD)

1.Bonding strength Test

1.a. The sample divides into two parts, which have the bonding test at the mill Lab and MAL (Mutu Agung Lestari).

1.b.If the inspector found delamination in ripping test by hand, the inspector has to take 1 sheet of the additional sample for the laboratory and MAL.

1.c. The bonding strength test shall conform to JAS Standard.

2.Standard of Judgement

Consecutive boiling test (Repetition boiling test):

Rate of pass Judg  
More than 90% PASS Pulling strength, wood destructive rate
Less than 70% NG
More than 70%, less than 90% Re-test Result re-test more than 90% then pass, less than 90% then NG

 

Hope usefull.. 🙂

 

 

 

 

 

 

ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK INSPEKSI PLYWOOD OLEH SEORANG INSPEKTOR

Terdapat beberapa alat (tools) yang diperlukan oleh seorang Inspektor plywood. Peralatan tersebut adalah sebagai berikut:

1.Caliper Meter

Caliper ini digunakan untuk memeriksa ketebalan veneer atau plywood dengan hasil pembacaan digital. Ketebalan yang diukur sesuai dengan standar yang diinginkan. Missal ketebalan yang diinginkan adalah 11.7mm sampai 12.80mm, maka kurang dari Baca pos ini lebih lanjut

MACAM-MACAM MESIN YANG DIBUTUHKAN DALAM PROSES PEMBUATAN PLYWOOD

Sebenarnya banyak sekali mesin yang dibutuhkan untuk membuat plywood (kayu lapis). Untuk yang belum pernah berkunjung ke pabrik (kilang) plywood, pasti kebingungan. Bingung apa saja nama mesinnya, jenis-jenisnya seperti apa, dan Baca pos ini lebih lanjut

PRINSIP KERJA 5S

Bahasa Indonesia: Pabrik pembuatan biodisel ja...

Bahasa Indonesia: Contoh Pabrik pembuatan biodisel jarak pagar yang tersusun rapi (Photo credit: Wikipedia)

Etos kerja orang Jepang itu merupakan etos kerja yang memberikan  gambaran yang pantang menyerah, dan hal tersebut dapat dilihat juga dari beberapa semboyan, di antaranya semboyan samurai, “lebih baik mati daripada berkalang malu”, ada juga istilah MAKOTO, “bekerja dengan giat, semangat, jujur, serta tulus”, begitu menurut Panji. Hal tersebut

dapat diambil manfaatnya, diantaranya melalui beberapa prinsip yang sering diterapkan dalam budaya Baca pos ini lebih lanjut

Jenis-jenis Cacat Pada Kayu Lapis (Plywood)

Jenis-jenis cacat pada kayu lapis (plywood) sangat beragam, di antaranya adalah sebagai berikut (dari proses kupas (peeling) sampai dengan proses penyelesaian (finishing):

A.Peeling

1. rough cut (pengupasan kasar)

2. knife mark (bekas pisau kupas)

3. tape marks (sisa lem/pita lem)

Baca pos ini lebih lanjut

Mesin yang Digunakan Dalam Pembuatan Kayu Lapis

Inilah gambarnya.. 🙂

mesin hot press (Kempa Panas) dipakai untuk melakukan pengempaan panas terhadap kayu lapis yang akan dibuat. Kempa Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: